You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

spongebob

Sabtu, 25 Oktober 2014

Aku tak Sesempurna mereka

18 tahun lalu aku dilahirkan. Aku lahir dari keluarga yang amat sederhana. Bapak ibuku hanya seorang PNS yang memiliki 3 orang anak. Bapak ibuku harus menyekolahkan aku dan kakak-kakakku dengan biaya yang cukup besar. Tapi alhamdulillahnya bapak dan ibu tak pernah mengalami kesusahan biaya. Mungkin itu semua karena bapak dan ibu selama ini selalu hidup sederhana. Orang tuaku hebat. Ibuku orang yang kuat. Bapakku adalah seorang pekerja keras. Setidaknya itulah yang membuatku terus belajar agar kelak bisa menjadi orang sukses yang membahagiakan mereka. Usia 18 tahun, bagiku bukan lagi usia anak kecil. Aku sekarang duduk sebagai pelajar tingkat akhir yang sebentar lagi akan menjadi mahasiswa. Merantau, meninggalkan keluarga dan semua teman-teman. Aku pikir sudah waktunya aku mulai berbakti pada kedua orang tua sebelum nantinya aku akan pergi ke luar kota. Tapi bagaimana bisa aku membantu orang tua sementara tugas dari sekolah tak kunjung ada habisnya. Lelah?PASTI. tapi tiap kali melihat bapak ibu yang telah berjuang keras untuk bisa menyekolahkanku, rasa lelah itu hilang. Aku harus belajar lebih keras lagi agar kelak bisa membahagiakan mereka.
18 tahun juga bukan usia yang dewasa. Aku masih labil. Labil pada semua hal. Di saat teman-temanku mulai menemukan kebahagiaan bersama orang-orang yang mereka sayang, aku masih saja sendirian. Bukan karena aku tidak ingin seperti mereka, tapi sampai saat ini belum ada sosok yang bisa menyayangiku dengan tulus. Allah belum juga mengirimkan seseorang yang nantinya akan menjagaku,menggantikan peran seorang bapak. Aku tak pernah menyalahkan Allah, aku lebih memilih untuk instropeksi diri sendiri. Setelah aku merenung, aku menemukan setitik jawaban kenapa Allah tak kunjung mengirimkan seseorang untukku. Lima tahun lalu aku selalu ditemani oleh sosok yang selalu ada untukku, aku terlalu asyik bersama mereka hingga aku banyak kehilangan waktu bersama keluarga. Bahkan waktu untuk memingat Allah pun sangat sedikit. Mungkin inilah salah satu alasan, Allah ingin aku sendirian agar aku bisa lebih dekat dengan keluarga,lebih dekat dengan-Nya. Tapi aku pun masih mencari apa alasan lain yang mungkin menjadi penyebabnya. Ketika aku melihat perempuan lain, aku bandingkan dengan diriku sendiri, aku memang tidak ada apa-apanya. Aku hanya anak perempuan biasa, tidak cantik, tidak terlalu agamis, tidak terlalu cerdas, tidak memiliki badan yang indah, dan bukan keturunan orang kaya. Semua hanya pas-pasan. Belum lagi tragedi kelas 8 lalu yang telah mematahkan tulang kananku. Semua semakin terasa menyedihkan. Apakah ini juga salah satu alasan kenapa tak ada pria yang ingin menyayangiku dengan tulus? Aku tak sesempurna mereka. Ya mungkin memang secara fisik,intellegent,dan ekonomi aku tak sesempurna mereka tapi setidaknya aku memiliki Allah Yang Maha Sempurna, keluarga yang sempurna, teman-teman yang sempurna yang akan selalu ada untuk menemani hari-hariku. Ketika rasa sepi itu muncul, aku hanya bisa terdiam dan membiarkan perasaan itu mengalir, toh nantinya rasa sepi itu akan hilang dengan sendirinya. Sudah 1 tahun lebih aku bertahan dengan perasaan yang seperti ini. Perasaan yang sangat sulit untuk dijelaskan. Tapi setidaknya dalam kesendirian ini, aku banyak instropeksi diri. Semoga suatu hari nanti akan ada seseorang yang mau menyayangi dan mencintai aku dengan apa adanya, dengan segala kekurangan yang aku miliki. Sekali lagi, aku hanya wanita biasa, aku tak sesempurna mereka.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar