You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

spongebob

Minggu, 19 Oktober 2014

Selamat Tinggal Angka 17

Hitungan jam,ya sebentar lagi aku akan meninggalkan angka 17. 17 tahun maksudnya. Angka yang katanya menjadi angka spesial bagi usia seseorang. Nyatanya, aku menikmati angka 17 selama satu tahun. Tapi bagiku, semua biasa-biasa saja, malah justru pada angka inilah aku mengalami banyak cobaan. Satu tahun yang lalu, saat aku mengira semua akan menjadi indah tetapi justru malah sebaliknya. Satu-satunya yang berkesan indah bagiku hanyalah satu,saat aku mendapatkan sebuah SIM. karena setelah itu, bapak dan ibu selalu mengizinkan aku pergi kemanapun yang aku mau, tapi tetap dengan satu syarat, sebelum maghrib tiba, aku sudah HARUS berada di rumah. Selain itu, semua biasa-biasa saja. Aku berusia 17 tahun saat aku duduk di bangku kelas 11, sebuah masa yang seharusnya menjadi masa paling indah di masa SMA. Tapi bagiku,itulah masa tersulit yang harus aku lewati. Bagaimana tidak,di masa itu aku mendapat sebuah cobaan. Aku dikucilkan oleh teman-temanku hanya karena aku bersahabat dekat dengan beberapa orang dan aku selalu bermain bersama mereka tanpa mengajak anak-anak kelas. Bukannya nggak ngajak sih, udah diajak berulang kali tapi mereka tak merespon juga, giliran aku main, mereka marah-marah nggak jelas. Sekiranya itulah gambaran bagaimana perasaanku saat aku duduk di bangku kelas 11, saat aku berusia 17 tahun. Hampir satu tahun aku selalu merasa disalahkan, aku tidak memiliki kebebasan untuk 'bergerak' pada masa itu. Keadaan seolah-olah memaksaku untuk diam,tidak melakukan apapun selain belajar. Aku seperti kehilangan jati diriku. Belum lagi masalah CINTA, aku sampai sakit karena memikirkannya. Memang saat itu aku nggak sendirian, aku punya sahabat-sahabat yang selalu ada saat aku membutuhkan mereka. Tapi,aku tidak ingin merepotkan banyak orang,aku ini sudah bukan anak kecil yang harus selalu 'dituntun'. Saat itu aku sudah berumur 17 tahun, aku ingin belajar untuk menyelesaikan semua masalahku dengan tanganku sendiri. Berbulan-bulan aku menyimpan rasa sakit hatiku, privasiku di korek-korek setiap hari oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Aku cuma bisa bersabar karena aku tak ingin membuat suasana kelas menjadi lebih rumit. Masa studytour pun tiba. Aku yang seharusnya bahagia bersama teman-temanku di Pulau Dewata malah justru menangis. Kenapa? Ada masalah pribadi yang membuatku tak bisa menahan air mata, pada intinya masalah itu masih berhubungan dengan teman-temanku yang selalu ingin mencari tau apa yang aku perbuat. Sampai akhir kelas 11, masalah itupun tak terselesaikan. Bukannya aku tidak ingin menyelesaikannya, tapi aku hanya tidak ingin menangis untuk kesekian kalinya hanya untuk hal-hal kecil semacam itu, aku sudah terlalu lelah dengan masalah yang selalu datang saat aku berusia 17.

Hari ini,beberapa jam sebelum aku meninggalkan angka 17. Aku ingin berterima kasih pada bapak dan ibu yang slalu membimbingku agar tetap berada di jalan yang benar, terima kasih sahabatku yang telah menemaniku melewati masa-masa sulit di masa lalu. Terima kasih 'kamu' yang pernah mengisi hari-hariku meskipun kini sudah tak bisa lagi, terima kasih TEMAN-TEMAN kelas 11, karena kalian, sekarang aku menjadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya. Terima kasih telah mengajarkanku arti pertemanan yang sesungguhnya. Terima kasih untuk semua pelajaran dan pengalamannya. Aku tak akan pernah lupa. entah itu tangis atau bahagia, setidaknya kalian pernah menjadi sejarah dalam hidupku. Terima kasih banyak.

Kini aku siap membuka lembaran baru, dengan usia baru, dengan teman-teman baru, dengan semangat baru, dan tetap dengan restu orang tua yang selalu mengiringi langkahku. Terima kasih teman-teman INSTAGRAM 12 IPA 6, telah membuat tawa bahagiaku kembali. Bersama kalian aku bisa menjadi diriku sendiri, bersama kalian aku selalu tertawa, semoga akan terus seperti ini sampai kesuksesan ada di genggaman kita.

Terima kasih ya Allah, Kau telah memberikan nafas sampai saat ini, Kau telah mengizinkan aku untuk mengenal lebih dalam tentang kehidupan dunia. Terima kasih telah mengirimkan orang-orang hebat di sekelilingku, orang-orang yang tak pernah lelah mendengar keluh kesahku, orang-orang yang selalu berusaha membuat aku tersenyum bahagia. Di usia baru nanti, aku ingin menjadi pribadi baru. Pribadi yang semakin dekat dan cinta pada Allah, pribadi yang semakin menghormati orang tua, pribadi yang semakin menyayangi keluarga, dan pribadi yang selalu bermanfaat bagi semua.

Terima kasih angka 17, kau telah mengajarkanku berbagai makna kehidupan, kau telah mengajarkanku bagaimana cara menyelesaikan masalah kehidupan, 17 tahun yang penuh makna kehidupan. Terima kasih :)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar