You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

spongebob

Kamis, 23 Oktober 2014

Wanita Paruh Baya

Wanita paruh baya itu, aku tak tau persis berapa umurnya. Tapi aku bisa menebak,kira-kira sekitar 70 tahun. Wanita itu biasa aku sebut "uwa". Beliaulah yang senantiasa menjaga rumah mbahku dan rumahku, bahkan sejak ibuku dulu masih balita. Uwa Waginah namanya. Beliaulah yang paling sering aku temui dirumah. Mengapa demikian?Karena uwa selalu ada dirumah.Setiap bapak dan ibu sedang pergi, aku cuma bareng sama uwa dirumah.Uwa bukan cuma sekedar pembantu di rumahku, tapi beliau sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Waktu kecil dulu, aku sering sekali diingatkan untuk makan,untuk sholat, dan untuk belajar. Tapi waktu itu pula aku sering bertanya, kenapa uwa nggak pernah sholat?Kenapa uwa nggak bisa baca tulisan?Kenapa uwa bertingkah seolah-olah orang tua yang tidak berwawasan sama sekali?
Setelah aku beranjak dewasa, lama-kelamaan ibu mulai menceritakan semua tentang uwa. Ternyata uwa memang tidak bersekolah sejak dulu, uwa juga nggak bisa sholat karena sejak kecil beliau sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Bahkan sekarang beliau hidup sebatang kara, semua saudaranya telah meninggal dunia. Aku miris mendengarnya. Aku ingin sekali membantu uwa untuk bisa sholat. Meskipun setiap harinya aku sering marah-marah pada beliau, aku sering membantah saat beliau mengatakan sesuatu, tapi sesungguhnya aku sangat menghormati dan menyayangi beliau seperti halnya aku menyayangi eyang. Apalagi aku tau bahwa beliaulah yang selalu menemaniku di rumah setiap hari.
Aku sering bilang pada ibu, kenapa dari dulu uwa nggak diajarin buat membaca?buat sholat?Tapi ibu selalu menjawab dengan kalimat "Sampun angel,uwa sampun sepuh.Sampun kebacut,keluargane nggeh mboten wonten sing open kalih uwa." Mendengar jawaban ibu yang seperti itu, aku semakin miris mendengarnya.Apa iya uwa nggak pernah dapet perhatian lebih dari keluarganya?Kasian sekali uwa. Bahkan sampai setua ini, uwa tak kunjung memiliki suami. Aku sering berpikir bagaimana jika uwa nanti meninggal?Akankah beliau meninggal dirumahku?Siapakah yang bertanggung jawab atas jenazahnya kelak?Bagaimana penilaian Allah terhadap uwa?Uwa memang tak pernah sholat dan melaksanakan ibadah lain,tapi jika bulan ramadhan tiba,uwa selalu melaksanakan puasa satu bulan penuh. Aku sempat berpikir ingin mengajarkan uwa untuk sholat, tapi aku batalkan niat itu. Karena bagiku,aku saja masih belum benar saat melakukan ibadah, masa iya aku ingin mengajarkan pada orang lain. Aku justru takut jika aku mengajari uwa,aku malah akan membuat beliau tersesat. Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya masalah uwa ini, jujur saja sebenarnya aku kasian melihat uwa yang telah hidup sebatang kara dan tak tau apapun tentang ibadah. Beliau sudah lanjut usia tapi beliau masih buta tentang kehidupan akhirat. Aku cuma bisa berdoa,uwa itu orang baik,semoga Allah memberi mukjizat pada beliau di akhirat nanti.Aamiin

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar